sekolahikatandinas

SEKOLAH IKATAN DINAS

Ssssttt… Jangan Bilang Siapa- Siapa ya !!!

Ssssttt… Jangan Bilang Siapa- Siapa ya !!! Janji ya ? Saya hanya bocorkan rahasia ini hanya untuk anda saja. Namun sebelum saya beritahu rahasia saya kepada anda, tolong lihat sebelah kiri anda, sebelah kanan anda dan dibelakang anda. Pastikan tidak ada seorangpun yang melihat anda membaca RAHASIA ini. Sudah aman ? Oke, saya akan beritahu anda rahasia saya.

Jadi begini, masih ingat artikel saya yang berjudul Jangan Pernah Menganggap Remeh Buku dan Pena ? ga inget ? belum pernah baca ? T E R L A L U.  Baca dong, ga kasian apa sama saya ? saya sudah mengeluarkan segenap jiwa dan raga saya untuk membuat artikel itu… (lebay).

Oke, STOP becandanya ya. Sekarang saya serius nih. Kemarin, sewaktu saya mengajar di tempat bimbingan belajar khusus STAN. Saya mendapat pertanyaan yang cukup menggelitik hati dari murid yang saya ajar. Pak, apa benar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) TIDAK IKATAN DINAS lagi mulai tahun 2011 ?

Saya terkejut, benar-benar terkejut. Saya terkejut bukan karena saya tidak tahu permasalahannya. Saya terkejut karena begitu dahsyatnya media yang namanya internet dalam menyebarkan berita. Padahal berita tersebut masih “mentah”. Mengapa saya katakan “mentah” ? karena memang belum ada Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) begitu juga Juknis (Petunjuk Teknis) yang dikeluarkan secara resmi oleh Instansi yang berkompeten untuk mengeluarkan pengumuman secara resmi.

Berhubung kapasitas saya pada saat itu adalah sebagai guru pembimbing. Saya pasang senyum terindah yang saya miliki dan menjawab secara tegas, tanpa ada ragu sedikitpun. BENAR, BENAR MEMANG STAN SEJAK TAHUN 2011 TIDAK LAGI SEBAGAI SEKOLAH IKATAN DINAS BAGI MAHASISWA/I STAN YANG MALAS BELAJAR.

Mengapa saya katakan demikian ? Hal ini mengacu pada http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2011/215~PMK.01~2011Per.HTM pasal 5 ayat 3 Mahasiswa yang dinyatakan lulus dari Prodip I dan III Keuangan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara wajib mengikuti ujian penerimaan CPNS sesuai ketentuan yang mengatur mengenai pengadaan Pegawai Negeri Sipil. PMK tersebut merupakan perubahan dari http://www.sjdih.depkeu.go.id/fulltext/2010/94~PMK.01~2010Per.HTM. Inilah yang sebelumnya saya katakan “mentah” tadi. Belum ada Juklak dan Juknis yang resmi dikeluarkan oleh pihak yang berkompeten.

Loh, kan bener tu ga ikatan dinas lagi ? berarti anda hanya membaca namun tidak menyimak tulisan saya diatas.

Lulusan STAN adalah orang pilihan, terbaik dari yang terbaik. Mau bukti ? Pertama : tidak semua lulusan SMU/SMK bisa untuk ikut tes STAN. Ada standard nilai minimum yang ditetapkan untuk boleh ikut tes ujian saringan masuk STAN. Tidak seperti ujian masuk PTN/PTS lainnya. Kedua : Persaingan masuk STAN lebih tinggi daripada persaingan masuk PTN/PTS lainnya (anda bisa cari sendiri buktinya sebagai perbandingan). Ketiga : tiap semester terdapat sistem Drop Out (DO) yang super ketat, jika anda masuk STAN hanya karena beruntung, maka sistem DO yang akan membuktikan apakah benar anda pintar dan rajin atau tidak keduanya.

Jika anda memang benar-benar termasuk “terbaik dari yang terbaik” lalu mengapa anda kuatir ada tes tambahan agar dapat diterima sebagai CPNS ? Saya sendiri berpendapat wajar jika lulusan STAN wajib mengikuti tes CPNS.

STOP… anda jangan marah dulu pada saya. Dengarkan dulu alasan saya, pada artikel sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa saat ini saya menerima Rp.8,5 juta per bulan, padahal saya bukanlah pegawai yang berpangkat tinggi. Orangtua anda PNS juga? coba tanyakan berapa gaji dan tunjangan yang diterima orangtua anda setiap bulannya ? Penghasilan bersih (gaji dan tunjangan) seorang Camat sekalipun belum menyamai penghasilan saya saat ini. Masih juga belum percaya ? anda dapat tanya sendiri ke Pak/Bu Camat, saya sudah membuktikannya karena kakak kandung saya sendiri merupakan lulusan STPDN dan sejak tiga tahun yang lalu telah menjabat sebagai Camat di salahsatu kecamatan di Propinsi Lampung.

Anda adalah putra-putri terbaik bangsa. Anda yang kelak menjadi tulang punggung negara, menjadi penerus kepemimpinan yang ada saat ini. Sangat wajar kan jika negara ingin memilih yang terbaik dari yang terbaik. Dengan diberikan penghasilan yang lebih dari kementerian yang lain, sangat wajar menurut saya.

Anda masih mau mengeluh karena akan ada ujian CPNS setelah lulus STAN ? Jika jawaban anda adalah iya, maka anda termasuk orang yang EGOIS. Anda ingin berpenghasilan yang tinggi namun tidak ingin berusaha. Saya ragukan integritas dan loyalitas anda kepada negeri tercinta ini. Mulai sekarang, berhentilah mengunjungi blog ini lagi.

 

 

Iklan

Single Post Navigation

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: