sekolahikatandinas

SEKOLAH IKATAN DINAS

Jangan Pernah Menganggap Remeh Buku dan Pena

Jangan pernah menganggap remeh buku dan pena, sebab dari kedua benda itulah saya bisa masuk dan diangkat sebagai PNS Pusat di Kementerian Keuangan. Bukan karena 3D (Dukun, Duit, Dekingan) seperti kebanyakan orang sukses lainnya.

Saya akan selalu ingat pesan papa: jika papa berikan uang berlimpah ruah sekalipun pasti akan habis oleh kamu jika kamu tidak pandai. Andai pun papa punya rumah mewah, sawah dan kebun yang luas, itupun akan habis jika kamu tidak pandai. Lalu untuk apa papa berikan kamu uang berlimpah, rumah mewah, sawah dan kebun yang luas jika akhirnya akan habis oleh kamu ? lalu papa mengatakan bahwa kunci sukses terletak pada buku dan pena.

Lihatlah saya sekarang, meskipun hanya berbekal buku dan pena, saya kini memiliki satu rumah di kampung halaman, satu rumah di lokasi tempat saya kerja sekarang, kebun karet yang cukup luas, mobil dan insyaAllah tahun 2012 ini akan memberangkatkan haji kedua orangtua saya. Lalu bagaimana bisa hanya dengan berbekal buku dan pena saya bisa mendapatkan itu semua ?

Sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, saya menerima beasiswa dari sekolah (sekolah gratis dan dapat uang saku). Ketika lulus SMA, saya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dengan berbekal uang bulanan Rp.450 ribu dari orangtua, saya berhasil lulus dan ditempatkan di salahsatu Direktorat di Kementerian Keuangan. Hanya dengan Rp.450.000,- / bulan, saat ini saya sudah menerima Rp.8,5 juta per bulan (HALAL, dari gaji dan tunjangan). Padahal saya bukan termasuk PNS Pusat yang memiliki jabatan tinggi lho dan saya juga bukan termasuk orang yang memiliki otak dengan tingkat IQ tinggi, pas-pasan lah. bagaimana bisa?

STAN adalah sekolah ikatan dinas di bawah kementerian keuangan RI. Sekolah gratis, ga perlu bayar SPP, ga ada tu yang namanya Iuran Wajib bulanan, buku pelajaran dikasih (gratis), buku tulis di kasih (gratis), pena dan pensil juga dikasih (gratis). Hanya uang untuk bayar kos-kosan dan makan 3x sehari saja yang perlu dipikirkan oleh orangtua saya setiap bulannya. Tiap bulan saya terima Rp.450.000,- dari orangtua ternyata LEBIH DARI CUKUP kala itu.

“MAN JADDA WA JADDA WA MAN SHABARA WA ZHAFIRA” (Orang yang bersungguh-sungguh pasti berhasil, Orang yang sabar pasti beruntung)

Ratusan Ribu lulusan SMK/SMU yang ikut dalam ujian saringan masuk STAN kala itu, sedangkan yang diterima hanya 1.384 orang, saya salahsatu diantaranya. Bagaimana bisa?

Jika ada seribu orang yang diterima, saya harus berada diantaranya. Jika ada seratus orang yang di terima, nama saya harus terdaftar diantaranya. Jika ada sepuluh orang yang diterima, nama saya harus tertera disana. Jika hanya satu orang yang diterima, itu harus nama saya.” itu adalah motto saya.

Jika saya bisa, mengapa anda tidak? anda HARUS BISA seperti saya. InsaAllah, kedepan saya akan memberikan tips belajar untuk sukses dan kiat-kiat jitu lulus ujian saringan masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Mengapa hanya STAN ? karena saya adalah lulusan STAN. Namun anda jangan kuatir, info,pengalaman dan kiat-kiat jitu lulus IIP/IPDN/STPDN/, STIS, AMG dan sekolah ikatan dinas lainnya akan tetap disertakan juga. Namun bukan saya yang mengisi artikel tersebut, melainkan rekan-rekan saya yang lebih berkompeten karena mereka merupakan lulusan dari masing-masing sekolah ikatan dinas tersebut.

Besar harapan kami agar blog ini bisa menjadi sumber inspirasi,motivasi dan dapat membimbing adik-adik agar dapat lulus pada ujian sekolah ikatan dinas seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan sekolah ikatan dinas lainnya.

 

 

 

Iklan

Single Post Navigation

2 thoughts on “Jangan Pernah Menganggap Remeh Buku dan Pena

  1. sebuah artikel motivasi yang bagus…
    🙂

    • Terima kasih atas komentar dan kunjungan anda. Kami Mohon maaf jika ada tulisan pada blog ini yang melukai hati dan kenyamanan anda. Sungguh, tujuan didirikan blog ini agar dapat menjadi sumber inspirasi,motivasi dan dapat membimbing adik-adik agar dapat lulus pada ujian sekolah ikatan dinas seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan sekolah ikatan dinas lainnya.

%d blogger menyukai ini: